Bandar Lampung, Fakta24news.id – Kinerja Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung jadi sorotan tajam. Senin (2/11)
Auditor negara. BPK RI menemukan kelebihan bayar Rp2.775.027.203,93 pada sepuluh paket pembangunan dan peningkatan jalan tahun anggaran 2025.
Temuan ini tertuang dalam LHP BPK Perwakilan Lampung. Dari total anggaran Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan Rp952,3 Miliar yang terealisasi 87,35%, sepuluh paket senilai Rp90.772.035.000,00 yang sudah serah terima dan dibayar Rp81,6 Miliar itu, jebol saat uji petik fisik.
BPK bersama PPK, Pengawas Teknis, Penyedia, Konsultan dan Lab Independen pada 4-11 April 2026 menemukan kurang volume Rp630.009.866,70 dan tidak sesuai spesifikasi Rp2.145.017.337,23.
Modusnya sama: pekerjaan Lapis Pondasi Agregat A & B (LPA), Laston Lapis Antara (AC-BC), Laston Lapis Aus (AC-WC), Perkerasan Beton Semen, dan Beton Struktur Fc’ 20 MPa tidak sesuai spek dan volume.
1. Ruas Sp. Empat – Blambangan Umpu (Way Kanan) – CV PBA – Rp5,86 M – Kelebihan Rp120,8 Juta
2. Ruas Sp. Empat – Kasui (Way Kanan) – CV PIP – Rp4,91 M – Kelebihan Rp492,3 Juta
3. Ruas Negara Ratu – Sp. Soporonyono (Lampura) – PT RRA – Rp19,6 M – Kelebihan Rp45,3 Juta
4. Ruas Ketapang – Negara Ratu (Lampura) – CV KU – Rp9,84 M – Kelebihan Rp377 Juta
5. Ruas Tajab – Adi Jaya (Tanggamus) – CV MMP – Rp9,82 M – Kelebihan Rp485,3 Juta
6. Ruas Bujung Tenuk – Penumangan (Tubaba) – CV DAP – Rp6,05 M – Kelebihan Rp646,8 Juta – TERBESAR
7. Ruas Padang Ratu – Pekurun Udik (Lamteng) – CV SJK – Rp12,7 M – Kelebihan Rp154,4 Juta
8. Ruas Wates – Metro (Lamteng) – CV VI – Rp9,8 M – Kelebihan Rp273,3 Juta
9. Kota Gajah – Gedong Dalam (Lamtim) – CV TS – Rp2,05 M – Kelebihan Rp71,7 Juta
10. Seputih Surabaya – Sadewa (Lamteng) – CV SB – Rp9,97 M – Kelebihan Rp107,6 Juta
Ironisnya, dari total temuan Rp2,77 Miliar, Dinas BMBK baru menyetor balik ke RKUD Lampung sebesar Rp481.584.120,05 pada 13-21 Mei 2026. Masih tersisa Rp2.293.443.083,88 yang belum dikembalikan.
BPK menilai kondisi ini melanggar Perpres 16/2018 jo 46/2025, Peraturan LKPP 12/2021, hingga Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Aturan jelas: pembayaran wajib berdasarkan hasil ukur bersama dan mutu pekerjaan, bukan asal bayar.
Penyebabnya ditampar keras oleh BPK:
a. Kepala Dinas BMBK tidak melakukan pengawasan dan pengendalian secara memadai.
b. PPK dan PPTK tidak mengendalikan kontrak dan tidak menguji perhitungan volume dan spesifikasi.
Atas temuan tersebut, Gubernur Lampung melalui Kepala Dinas BMBK menyatakan sependapat dengan BPK dan akan menindaklanjuti.
BPK merekomendasikan Gubernur memerintahkan Kepala Dinas BMBK untuk meningkatkan pengawasan, menginstruksikan PPK/PPTK agar menguji volume dan spesifikasi sesuai aturan, serta memproses sisa kelebihan bayar Rp2,29 Miliar untuk disetor ke Kas Daerah.
Hingga berita ini tayang, Kepala Dinas BMBKÂ Ir. M. Taufiqullah, S.T., M.T., belum memberikan keterangan rinci soal sanksi kepada PPK, PPTK dan konsultan pengawas yang meloloskan 10 paket jalan bermasalah ini.
Berita disusun berdasarkan dokumen resmi LHP BPK Perwakilan Provinsi Lampung. Media Fakta24news.id menjunjung asas praduga tak bersalah dan membuka hak jawab sesuai UU Pers No.40/1999 dan Kode Etik Jurnalistik.













