PURWOREJO, // Fakta24news.id
Tim Sosial Kontrol telah membagikan cuplikan pesan WhatsApp pertukaran dengan Suryani, S.Pd.Aud selaku Kepala PKBM Sekar Arum pada Rabu, 4 November 2026, saat tim meminta penjelasan terkait ketidaksesuaian data peserta didik dan kapasitas gedung lembaganya.
Dalam pesan yang dikirim pukul 13.05 hingga 14.27 WIB, Suryani tidak menjawab pertanyaan inti tim mengenai berapa jumlah siswa sebenarnya di lapangan serta kesesuaiannya dengan data yang dilaporkan ke Dinas Pendidikan. Ia justru mengarahkan tim untuk berkomunikasi dengan Ketua Forum PKBM Kabupaten Purworejo, lalu menutup pembicaraan dengan pernyataan singkat: “Iya pak saya sdh ngga ada masalah pak SDH selesai kemarin.”
Bagi Tim Sosial Kontrol, pernyataan bahwa masalah sudah selesai tanpa disertai penjelasan data dan bukti pendukung justru menimbulkan tanda tanya besar. “Kami belum menerima penjelasan jelas tentang jumlah peserta didik dan kondisi gedung, tapi sudah dikatakan selesai. Ini semakin memperkuat dugaan adanya pengondisian kasus terkait mark‑up data peserta didik untuk pengajuan Dana BOP,” ujar juru bicara tim.
Tim juga masih memantau dugaan adanya oknum yang mengaku‑ngaku sebagai pihak media dan diduga menawarkan penutupan kasus dengan imbalan tertentu. Seluruh bukti pesan WhatsApp, data dari laman Sekolah Kita, serta temuan lapangan telah dikumpulkan untuk dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo, Inspektorat Daerah, dan Kejaksaan Negeri Purworejo.
Tim Sosial Kontrol kembali menuntut:
1. Verifikasi ulang data peserta didik dan pencocokan dengan kondisi lapangan paling lambat 14 hari sejak berita ini diterbitkan.
2. Penyajian secara terbuka daftar usia setiap peserta penerima dana BOP sesuai ketentuan peraturan pendidikan kesetaraan.
3. Penerbitan laporan rinci penggunaan anggaran BOP dua tahun terakhir untuk diketahui masyarakat luas.
4. Pemeriksaan lanjutan dan tindakan hukum jika ditemukan bukti manipulasi data atau penyimpangan dana.










