Fakta24News.id
CIREBON — Pemerintah Desa Jemaras Kidul, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, menjadi tuan rumah puncak Gerakan Seni Masuk Sekolah (GSMS), pada Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini melibatkan siswa tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), sekaligus menampilkan kesenian tradisional dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kuwu Jemaras Kidul, Isgiantoro, mengatakan kegiatan GSMS menjadi upaya memperkenalkan dan melestarikan seni budaya melalui lingkungan pendidikan.
“Alhamdulillah, Desa Jemaras Kidul dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan GSMS. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang,” ujar Isgiantoro.

Menurutnya, kegiatan tersebut melibatkan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia serta dukungan sejumlah dinas terkait, termasuk dinas kebudayaan, pariwisata, dan pendidikan.
Ia menjelaskan, Desa Jemaras Kidul memiliki potensi sejarah dan budaya yang menjadi daya tarik tersendiri. Salah satunya adalah tradisi pande yang menurut sejarah setempat telah berkembang sejak dahulu. Selain itu, terdapat pusaka bernama Congkrang yang menjadi bagian dari kekayaan sejarah lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Desa Jemaras Kidul juga menyerahkan cendera mata kepada Gubernur Jawa Barat melalui staf ahli gubernur serta kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Di tengah potensi tersebut, pengembangan kesenian di Desa Jemaras Kidul masih menghadapi keterbatasan fasilitas. Isgiantoro mengungkapkan, kelompok kesenian setempat belum memiliki sanggar sendiri sehingga kegiatan latihan masih memanfaatkan tempat lain.
“Kami berharap Kementerian Kebudayaan dapat membantu mengatasi keterbatasan sanggar seni di Desa Jemaras Kidul. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, pihak kementerian dapat melihat kebutuhan kami dan memberikan dukungan agar kesenian di desa ini bisa berkembang,” ungkapnya.
Jono












