Fakta24News.id
CIREBON — Ribuan warga Bojong Lor dan Bojong Wetan menghadiri tradisi Haul Buyut Bojong, kembali digelar terasa begitu khidmat dan meriah di Makbaroh Buyut Bojong, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon.. Kegiatan yang berlangsung pada 22–25 Oktober 2026 ini menjadi momentum pelestarian budaya sekaligus memperkuat kerukunan antarwarga dua desa.
J
Ketua Panitia Haul Buyut Bojong, Rifai, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tradisi tahunan untuk menghormati leluhur sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal.
Menurut dia, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan mempertahankan kebersamaan masyarakat Bojong Lor dan Bojong Wetan.
”Haul Buyut Bojong merupakan tradisi adat budaya yang diperingati setiap tahun,” ujar Rifai.
Rangkaian kegiatan tahun ini meliputi Tabuan Renteng, santunan anak yatim, Kidung, wayang kulit, pengobatan tradisional, Sholawat Akbar, karnaval, dan sandiwara.
Panitia berharap kegiatan tersebut dapat menjaga keberlangsungan tradisi leluhur sekaligus mengenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Bambang Mujiarto, menilai Haul Buyut Bojong memiliki makna penting dalam menjaga warisan leluhur, memperkuat persatuan, dan merawat kerukunan masyarakat.
Ia mengatakan, tradisi tersebut menjadi pengingat atas peran leluhur dalam perjalanan sejarah masyarakat setempat, termasuk penyebaran syiar Islam.
Menurut Bambang, seni dan budaya dapat menjadi sarana menyatukan masyarakat di tengah perbedaan. Nilai-nilai tersebut perlu dipertahankan sebagai bagian dari jati diri bangsa Indonesia.
”Jangan mudah terprovokasi dan jangan mudah dipecah belah,” pesannya.
Bambang juga menyoroti tradisi temoan yang mencerminkan semangat gotong royong masyarakat desa. Menurut dia, kebersamaan yang ditunjukkan melalui tradisi tersebut dapat menjadi contoh dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Ia berharap hubungan kekeluargaan antara warga Bojong Lor dan Bojong Wetan terus terjaga. Kedua desa, kata dia, memiliki ikatan sosial dan sejarah yang perlu dirawat bersama.
Selain menekankan pentingnya kerukunan, Bambang menyampaikan bahwa desa memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan daerah.
Menurut dia, pembangunan desa yang kuat menjadi salah satu fondasi kemajuan Jawa Barat. Desa juga memiliki peran penting dalam membentuk kehidupan sosial, menjaga kebudayaan, dan melahirkan peradaban.
Ia berharap semangat gotong royong yang tercermin dalam Haul Buyut Bojong tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui tradisi tahunan tersebut, masyarakat diharapkan dapat terus menjaga warisan leluhur, mempererat persaudaraan, dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
Jono












