Pemkab Deli Serdang Turunkan Nakes Periksa Santri yang Diduga Keracunan, Pemantauan Berlanjut

Nurat

Lubuk Pakam, // fakta24news.id

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang melalui Dinas Kesehatan mulai melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para santri dan guru Pondok Pesantren Mazilah Darussalam yang diduga mengalami keracunan setelah mengikuti peringatan Hari Santri Nasional, Kamis (22/10/2026).

 

Langkah tersebut dilakukan sejak Senin (26/10/2026), berdasarkan keterangan pimpinan Pondok Pesantren Mazilah Darussalam, Ustad Dahrul Yusuf, yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (27/10/2026).

 

Dahrul membenarkan bahwa tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang telah mendatangi pesantrennya untuk memeriksa kondisi kesehatan para santri.

 

Menurutnya, pemeriksaan tersebut tidak hanya dilakukan sekali. Tim kesehatan berencana melakukan pemantauan secara berkala hingga para santri yang mengalami gangguan kesehatan dinyatakan pulih.

 

Dahrul juga menyampaikan bahwa santri dengan keluhan yang lebih berat akan dibawa untuk mendapatkan perawatan di RSUD Drs. H. Amri Tambunan, rumah sakit umum daerah milik Pemkab Deli Serdang.

 

Pemkab Sampaikan Informasi Pemeriksaan Kesehatan

 

Informasi mengenai tindak lanjut tersebut sebelumnya disampaikan melalui pesan WhatsApp dari akun yang digunakan untuk komunikasi atas nama Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, M.Ked(PD), Sp.PD-KGEH, FINASIM.

 

Dalam pesan yang diterima wartawan pada Selasa pagi, pihak admin menyampaikan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang telah melakukan pemeriksaan langsung setelah kejadian tersebut.

 

Admin juga menginformasikan bahwa pemeriksaan kesehatan akan dilakukan secara berkala oleh tim Dinas Kesehatan.

 

Pesan tersebut disertai sejumlah foto yang memperlihatkan tenaga kesehatan sedang melakukan pemeriksaan terhadap para santri dan santriwati.

 

Informasi dari admin tersebut kemudian dikonfirmasi kepada Ustad Dahrul. Dan Ustad Dahrul Yusuf membenarkan bahwa petugas kesehatan telah datang ke pesantrennya sejak Senin dan menyatakan bahwa pemeriksaan lanjutan akan dilakukan hingga kondisi para santri pulih.

 

Pemkab Deliserdang mengkonfirmasi bahwa penanganan sejak Jumat

 

Pada pesan lanjutan kepada wartawan beberapa saat kemudian, pihak Pemkab menyampaikan bahwa seluruh anak santri, dan guru yang sakit sudah ditangani langsung pada tanggal 23 oktober 2026 oleh petugas dinas kesehatan kabupaten deli serdang, walaupun belum ada penjelasan lebih lanjut, apakah penanganan ini berupa pemeriksaan awal, pengobatan, atau tindakan lain.

 

Dugaan Keracunan Bermula Setelah Peringatan Hari Santri

 

Sebelumnya, sebanyak 40 santri dan guru dari Ponpes Mazilah Darussalam dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengikuti peringatan Hari Santri Nasional di Kantor Bupati Deli Serdang, Kamis (22/10/2026).

 

Jumlah tersebut disampaikan Dahrul pada Sabtu (24/10/2026), setelah empat orang tambahan masuk ke Rumah Sakit Haji sekitar pukul 12.20 WIB. Seluruh 40 orang tersebut saat itu dilaporkan menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

 

Dahrul menuturkan, para santri mulai mengalami keluhan seperti mulas dan kondisi tubuh tidak nyaman pada Kamis petang. Kondisi mereka baru diketahui pihak pengasuh pada Jumat pagi, ketika sejumlah santri tidak hadir di masjid untuk melaksanakan salat Subuh.

 

Setelah dilakukan pengecekan, beberapa santri ditemukan terbaring dalam kondisi lemah dan segera dibawa untuk mendapatkan penanganan medis.

 

Menurut keterangan Dahrul sebelumnya, kegiatan Hari Santri tersebut diikuti sekitar 70 pondok pesantren. Para peserta mendapatkan makan siang yang, menurut keterangannya, disediakan oleh Pemkab Deli Serdang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab.

 

Dahrul juga menyoroti kondisi salah satu menu ikan nila yang menurut pengamatannya berlendir dan sedikit berbau tidak sedap. Kondisi tersebut menjadi dasar kecurigaannya terhadap makanan yang dikonsumsi para santri.

 

Meski demikian, penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan keterangan mengenai kondisi makanan. Pemeriksaan medis dan pengujian sampel makanan oleh instansi berwenang diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

 

Pondok Pesantren Daarul Syifaa belum dikunjungi

 

Terpisah pimpinan Pesantren Daarul Syifaa, Ustad Adil Akhyar SH.LLM. PhD menyatakan kepada wartawan, bahwa hingga sekarang belum ada dari pihak Pemkab mendatangi pondok pesantrennya. Begitupun Adil Akhyar mengatakan bahwa keadaan para santrinya yang sebelumnya diduga turut mengalami keracunan, saat ini berangsur membaik.

 

Pemantauan Kesehatan Menjadi Perhatian

 

Banyak pihak berharap pemeriksaan berkala oleh Dinas Kesehatan dapat membantu memantau perkembangan kondisi para santri, termasuk mengidentifikasi mereka yang masih memerlukan penanganan medis lanjutan.

 

Selain pemulihan para korban, penelusuran penyebab kejadian dan evaluasi penyediaan makanan dalam kegiatan Hari Santri juga menjadi hal penting agar kejadian serupa tidak terulang.

 

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan terperinci mengenai hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sejak Senin, jumlah santri yang masih mengalami keluhan, maupun hasil pemeriksaan laboratorium terhadap makanan yang dikonsumsi dalam kegiatan tersebut.

 

Pemkab Deli Serdang melalui Dinas Kesehatan juga perlu memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan, mekanisme pemantauan berkala, serta langkah penanganan bagi santri yang membutuhkan perawatan lanjutan.

Nurat
Author: Nurat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with