Fakta24news.id – Pacitan, Pekan Budaya Santri 2026 resmi dibuka di Alun-Alun Kabupaten Pacitan, Sabtu, 24 Oktober 2026. Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional ini menghadirkan expo santri, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pertunjukan seni dan kreativitas.
Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Prayitno, hadir mewakili Bupati Pacitan dalam pembukaan kegiatan tersebut.
Dalam sambutan Bupati Pacitan yang dibacakan Prayitno, Pekan Budaya Santri diharapkan menjadi wadah bagi para santri untuk menunjukkan potensi sekaligus ikut melestarikan budaya bangsa.
Santri dinilai memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan berkontribusi terhadap pembangunan bangsa. Selain memperdalam ilmu agama, para santri juga diharapkan mampu mengembangkan pengetahuan, kreativitas, dan keterampilan untuk menghadapi perkembangan zaman.
“Mereka bukan hanya penjaga nilai-nilai keagamaan, melainkan juga generasi penerus yang diharapkan tumbuh dengan bekal ilmu pengetahuan, akhlak mulia, kreativitas, dan semangat pengabdian kepada masyarakat,” jelas Prayitno.

Rangkaian Pekan Budaya Santri 2026 juga diisi dengan expo santri dan bazar UMKM. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para santri untuk memperkenalkan potensi pesantren, termasuk karya dan produk yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
Menurut Prayitno, santri tidak hanya perlu memiliki kemampuan di bidang keagamaan dan pendidikan, tetapi juga perlu didorong untuk mengembangkan kemandirian ekonomi.
“Santri tidak hanya didorong untuk unggul dalam bidang keagamaan dan pendidikan, tetapi juga memiliki keberanian untuk berkarya, mengembangkan usaha, serta berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian masyarakat,” tutur Prayitno.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pacitan berharap pelestarian budaya dan pengembangan kreativitas generasi muda dapat terus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keagamaan.
Pekan Budaya Santri 2026 mengusung semangat “Jihad Santri, Jayakan Negeri!”. Peringatan ini diharapkan menjadi momentum bagi para santri untuk mengembangkan potensi diri, menjaga tradisi, dan berkontribusi bagi masyarakat.***
Penulis : Jefri Asmoro Diyatno







