Soroti Minimnya Fasilitas Keamanan di Pantai Pancer Door, DPC GMNI Pacitan Datangi Disparbudpora

Jefri Asmoro Diyatno

Fakta24news.id – Pacitan, Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Pacitan melaksanakan audiensi ke kantor Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Pacitan pada Jum’at, 30 Oktober 2026.

Audiensi ini membahas sistem keamanan di kawasan wisata Kabupaten Pacitan, khususnya Pantai Pancer Door dan menjadi wujud fungsi kontrol sosial organisasi terhadap pengelolaan sektor yang menjadi andalan daerah.

Persoalan ini berangkat dari kejadian kehilangan helm yang dialami salah satu kader GMNI hingga dua kali di kawasan Pantai Pancer Door.

Peristiwa tersebut dipandang sebagai indikator minimnya sistem keamanan di kawasan itu, yang ditandai dengan belum tersedianya CCTV di area parkir serta alur pengaduan yang belum sistematis, sehingga pengunjung tidak memperoleh kepastian ke mana harus melapor dan bagaimana laporan ditindaklanjuti.

Ketua DPC GMNI Pacitan, Dela Prastisia, menyampaikan bahwa pariwisata memiliki peran krusial bagi Pacitan sebagai sarana branding daerah sekaligus sektor penunjang perekonomian. Namun, menurutnya, aspek keamanan di kawasan wisata tidak boleh luput dari perhatian.

“Pariwisata memang menjadi andalan kita, sebagai sarana branding sekaligus sektor penunjang perekonomian daerah. Namun, pariwisata yang baik harus ditopang rasa aman bagi pengunjungnya. Karena itu, kami mendorong Disparbudpora untuk mengevaluasi pengawasan parkir, membenahi alur pengaduan, dan memperkuat fasilitas keselamatan di kawasan wisata terutama Pantai Pancer Door yang tergolong ramai pengunjung. Kami juga berharap tanggung jawabnya jelas dan hasil pembenahannya bisa diketahui masyarakat secara terbuka,” ujarnya.

Audiensi diterima langsung oleh Kepala Disparbudpora Kabupaten Pacitan, Muniirul Ichwan. Ia menyampaikan terima kasih atas masukan yang disampaikan dan menyebut bahwa pekerjaan di sektor pariwisata bersifat berkelanjutan terutama soal keamanan.

“Terima kasih banyak atas masukan dari teman-teman GMNI. Kami menyadari bahwa pekerjaan kami di dinas pariwisata ini sifatnya continue atau berkelanjutan, tidak pernah selesai, apalagi soal keamanan. Soal helm hilang di Pancer Door, laporan semacam itu memang cukup banyak yang masuk ke kami. Dan sebagai wujud komitmen, mulai Senin depan kami akan langsung menindaklanjuti bersama pihak-pihak terkait. Di area parkir yang kami sediakan nanti akan kami pasang CCTV dan karyawan yang mengelola Pancer Door juga akan kami bina secara masif supaya kejadian seperti ini bisa dicegah,” tuturnya.

Sekretaris DPC GMNI Pacitan, Revin Safi’i, juga menambahkan bahwa pembenahan tidak cukup berhenti pada satu destinasi. Ia menilai bahwa revitalisasi wisata di Kabupaten Pacitan juga diperlukan agar sektor wisata tetap eksis, mengingat potensi wisata Pacitan sangat beragam dan tidak hanya bertumpu pada pantai.

“Menurut kami, revitalisasi wisata di Pacitan ini juga penting untuk dilakukan supaya sektor wisata kita tetap eksis. Potensi wisata Pacitan itu kan banyak sekali, tidak hanya pantai. Destinasi lainnya juga perlu kita tingkatkan, supaya wisatawan tidak kehilangan minat untuk berkunjung ke Pacitan dan tidak hanya terfokus pada satu destinasi,” imbuhnya.

Sebagai penutup, GMNI menegaskan bahwa komitmen yang disampaikan secara lisan baru bermakna apabila diwujudkan dalam tindakan terukur. Untuk itu, GMNI memberikan tenggat waktu kepada Disparbudpora Pacitan selama 2 minggu (semenjak rekomendasi dan tuntutan dilayangkan) bagi Disparbudpora untuk menyampaikan hasil evaluasi dan langkah perbaikan secara terbuka.

Batas waktu ini menjadi ukuran bersama untuk menilai keseriusan tindak lanjut yang telah dijanjikan dalam audiensi. Kedua pihak menemui kesepahaman bahwa persoalan ini harus segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret, bukan sekadar wacana, sebab keamanan adalah fondasi kepercayaan wisatawan, dan kepercayaan adalah modal utama pariwisata Pacitan.***

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno

Jefri Asmoro Diyatno
Author: Jefri Asmoro Diyatno

Sarjana Ekonomi (S.E) di Stainu Pacitan (2024). Bergabung di Fakta24news.id sejak tahun 2023. Meliput berbagai topik, pemerintahan, politik, hukum, seni, pendidikan, budaya, pariwisata, isu daerah dan isu nasional di Indonesia maupun isu dunia internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with