Menhan Sjafrie di Pacitan: Prajurit TNI Harus Hadir Membantu Kesulitan Rakyat

Jefri Asmoro Diyatno

Fakta24news.id – Pacitan, Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (HOR) Purn. Sjafrie Sjamsoeddin meminta prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 934/SBY tidak hanya menjalankan tugas pertahanan, tetapi juga hadir membantu masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Sjafrie saat melakukan kunjungan kerja ke markas Yonif TP 934/SBY di Jalan WR Supratman, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung pukul 13.05 hingga 15.40 WIB dan diikuti sekitar 700 orang.

Dalam arahannya di hadapan prajurit, Menhan menegaskan bahwa hubungan TNI dengan masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sebatas slogan.

“TNI berasal dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan mengabdi untuk kepentingan rakyat,” demikian pesan Sjafrie kepada seluruh personel Yonif TP 934/SBY.

Ia meminta prajurit membalas kepercayaan masyarakat melalui sikap santun, perilaku terpuji, serta kepedulian terhadap kesulitan warga di lingkungan tempat mereka bertugas.

Sjafrie juga menekankan pentingnya peran prajurit dalam membantu pemerintah daerah mendukung pembangunan dan mengatasi persoalan masyarakat sesuai tugas, fungsi, serta kewenangan TNI.

Menurutnya, setiap personel harus menjaga kehormatan diri, nama baik satuan, dan kepercayaan masyarakat. Ia mengingatkan agar tidak ada tindakan prajurit yang merugikan warga maupun mencederai citra TNI.

Dalam kunjungan tersebut, Sjafrie turut mengingatkan nilai sejarah Kabupaten Pacitan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, khususnya jejak perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman. Pacitan juga merupakan tempat kelahiran Presiden ke-6 RI, Jenderal TNI (Purn.) Susilo Bambang Yudhoyono.

Kunjungan Menhan didampingi sejumlah pejabat TNI, di antaranya Sekjen Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema, Wakasad Letjen TNI Tri Budi Utomo, dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Piek Budyakto. Hadir pula Wakil Bupati Pacitan Gagarin, Dandim 0801/Pacitan Letkol Arh. Rudi Ariyanto, serta jajaran TNI lainnya.

Selain memberikan pengarahan, Sjafrie menerima paparan Danyon TP 934/SBY Letkol Inf. Dian Nur Huda mengenai tugas satuan, pembangunan fasilitas markas, dan kegiatan pertanian.

Paparan tersebut menunjukkan progres pekerjaan rancang bangun konstruksi mencapai 25 persen, sedangkan pembangunan markas batalyon atau Mayon mencapai 20 persen. Infrastruktur, sarana-prasarana, dan utilitas kawasan tercatat 30,35 persen.

Namun, sejumlah fasilitas masih tercatat nol persen, meliputi kantor kompi, dapur batalyon, garasi kendaraan, aula serbaguna, serta beberapa rumah dinas. Sementara itu, barak siaga pertama mencapai 8 persen dan barak siaga kedua 18 persen. Rumah jaga dan pos jaga masing-masing baru 3,25 persen.

Di bidang pertanian, satuan tersebut telah melakukan pengolahan lahan, penanaman kacang tolo, kangkung, bayam, dan padi, serta menyiapkan lahan sorgum. Kegiatan juga mencakup pemupukan hingga panen sorgum bersama masyarakat.

Rangkaian kunjungan diakhiri dengan keberangkatan Sjafrie menggunakan helikopter Caracal TNI AU EC-725/H225M menuju Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, sekitar pukul 15.39 WIB.

Kunjungan tersebut menjadi momentum evaluasi kesiapan satuan sekaligus penguatan peran prajurit dalam mendukung pertahanan negara dan kepentingan masyarakat di Kabupaten Pacitan.***

Penulis : Jefri Asmoro Diyatno

Jefri Asmoro Diyatno
Author: Jefri Asmoro Diyatno

Sarjana Ekonomi (S.E) di Stainu Pacitan (2024). Bergabung di Fakta24news.id sejak tahun 2023. Meliput berbagai topik, pemerintahan, politik, hukum, seni, pendidikan, budaya, pariwisata, isu daerah dan isu nasional di Indonesia maupun isu dunia internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with